Beautiful Flower

Beautiful Flower
from country living website

Wednesday, December 1, 2010

**Story of Appreciation**

One young academically excellent person went to apply for a managerial position in a big company. He passed the first interview; the director did the last interview, made the last decision.

The director discovered from the CV that the youth's academic achievements were excellent all the way, from the secondary school until the postgraduate research, never had a year when he did not score.

The director asked, "Did you obtain any scholarships in school?" the youth answered "none". The director asked, "Was it your father who paid for your school fees?" The youth answered, "My father passed away when I was one year old, it was my mother who paid for my school fees.

The director asked, "Where did your mother work?" The youth answered, "My mother worked as clothes cleaner. The director requested the youth to show his hands. The youth showed a pair of hands that were smooth and perfect. The director asked, "Have you ever helped your mother wash the clothes before?"

The youth answered, "Never, my mother always wanted me to study and read more books. Furthermore, my mother can wash clothes faster than me. The director said, "I have a request. When you go back today, go and clean your mother's hands, and then see me tomorrow morning.”

The youth felt that his chance of landing the job was high. When he went back, he happily requested his mother to let him clean her hands. His mother felt strange, happy but with mixed feelings, she showed her hands to the kid.

The youth cleaned his mother's hands slowly. His tear fell as he did that. It was the first time he noticed that his mother's hands were so wrinkled, and there were so many bruises in her hands. Some bruises were so painful that his mother shivered when they were cleaned with water.

This was the first time the youth realized that it was this pair of hands that washed the clothes everyday to enable him to pay the school fee. The bruises in the mother's hands were the price that the mother had to pay for his graduation, academic excellence and his future.

After finishing the cleaning of his mother hands, the youth quietly washed all the remaining clothes for his mother. That night, mother and son talked for a very long time.

Next morning, the youth went to the director's office. The Director noticed the tears in the youth's eyes, asked: "Can you tell me what have you done and learned yesterday in your house?"

The youth answered, "I cleaned my mother's hand, and also finished cleaning all the remaining clothes.”

The Director asked, "Please tell me your feelings."

The youth said, Number 1, I know now what appreciation is. Without my mother, there would not the successful me today. Number 2, by working together and helping my mother, only I now realize how difficult and tough it is to get something done. Number 3, I have come to appreciate the importance and value of family relationship.

The director said, "This is what I am looking for to be my manager. I want to recruit a person who can appreciate the help of others, a person who knows the sufferings of others to get things done, and a person who would not put money as his only goal in life. You are hired.

Later on, this young person worked very hard, and received the respect of his subordinates. Every employee worked diligently and as a team. The company's performance improved tremendously.

(copied from an email I received from Reader Digest Indonesia milling list)

Thursday, November 4, 2010

Daftar Nomor Telepon Surgawi

Puji Tuhan, anda telah dapat menelponNya setiap saat !!!
Anda hanya perlu untuk memanggilNya sekali dan Tuhan mendengar anda. Karena Yesus, anda tidak akan pernah mendapat nada sibuk.
Tuhan menerima setiap panggilan dan mengetahui siapa pemanggilnya secara pribadi.
Ketika anda memanggil dan Tuhan akan menjawab; anda akan menangis minta tolong dan DIA akan berkata : “Ini AKU”.
Ketika anda memanggil, gunakan Nomor Telepon Darurat dibawah ini :

Saat Berduka Cita, putar Yohanes 14
Ketika Dikecewakan Sesama, putar Mazmur 27
Jika anda Ingin Berbuah, putar Yohanes 15
Ketika anda Berdosa, putar Mazmur 51
Ketika anda Kawatir, putar Matius 6 : 19 – 34
Ketika anda Dalam Bahaya, putar Mazmur 91
Ketika Tuhan Terasa Jauh, putar Mazmur 139
Ketika Iman anda Perlu Dikuatkan, putar Ibrani 11
Ketika anda Merasa Sendiri dan Takut, putar Mazmur 23
Ketika Hidup anda Sedang Dalam Kepahitan, putar I Korintus 13
Untuk Rahasia Kebahagiaan Paulus, putar Kolose 3 : 12 – 17
Untuk Arti Kekristenan, putar I Korintus 5 : 15 – 19
Ketika anda Merasa Kecewa dan Ditinggalkan, putar Roma 8 : 31 – 39
Ketika anda Menginginkan Kedamaian dan Ketenangan, putar Matius 11 : 25 – 30
Ketika Dunia Terlihat Lebih Besar dari Tuhan, putar Mazmur 90
Ketika anda Ingin Jaminan Kekristenan, putar Roma 8 : 1 – 30
Ketika anda Meninggalkan Rumah untuk Bekerja atau Bepergian, putar Mazmur 121
Untuk Penemuan / Kesempatan Besar, putar Yesaya 55
Ketika anda Membutuhkan Keberanian untuk suatu Tugas, putar Josua 1
Supaya dapat Bergaul dengan Baik terhadap Sesama, putar Roma 12
Ketika anda Memikirkan Kekayaan, putar Markus 10
Saat anda Mengalami Depresi, putar Mazmur 27
Jika anda Kesulitan Keuangan, putar Mazmur 37
Jika anda Kehilangan Kepercayaan terhadap Orang, putar I Korintus 13
Jika Orang disekitar kita tampak Berlaku tidak Baik, putar Yohanes 15
Ketika anda Putus Asa dengan Pekerjaan, putar Mazmur 126
Jika anda menemukan bahwa dunia mengecil, dan anda merasa besar, putar Mazmur 19

Nomor-nomor tersebut dapat langsung dihubungi. Operator tidak diperlukan. Seluruh saluran ke Surga terbuka 24 jam sehari.
Bagikan Daftar Telepon ini kepada orang-orang disekeliling kita. Mana tahu, mungkin mereka sedang membutuhkannya. Jika perlu ajaklah berdoa bersama.

(copas from other blog)

Wednesday, November 3, 2010

Kucing oh Kucing


Binatang satu ini memang ada dimana-mana karena dia mudah beradaptasi dengan lingkungan sekitarnya. Apalagi di sekitar tempat aku kos, wah berbagai macam kucing bisa dilihat di sana. Dari yang besar, kecil, agak bagus, jelek, lagi hamil, dan sebagainya; mereka sudah beredar dimanapun dan kapanpun. Di tempat kos yang sekarang ada satu orang yang sangat menyukai kucing sehingga kalau ada kucing yang tidak sengaja masuk ke dalam, bisa dipelihara tuh si pus meong. Otomatis sejak aku kos di sana, berbagai macam peristiwa yang berkaitan dengan kucing pun menjadi hal – hal yang mewarnai hari – hariku ciiiieeeee…. ^_^

Eh beneran lho! Aku aja terkaget-kaget kenapa macam – macam peristiwa kucing yang aku sudah lihat selama beberapa bulan terakhir ini. Mari kita mulai mengabsen ada peristiwa apa saja selama ini yang sudah kulihat selama aku kos di tempat yang baru.

Pertama, anak kucing terlindas motor. Waktu itu pagi menjelang siang kalau tidak salah, aku ada rencana mau beli stationery buat kantor dan itu melewati gang pasar yang bisa tembus ke toko stationery-nya. Nah, kejadiannya persis terjadi di gang itu. Waktu itu aku dalam posisi menunggu di mulut gang karena ada 2 atau 3 motor yang mau keluar berhubung tidak bisa dilewati orang dan motor sekaligus.

Tiba – tiba, ada satu motor yang pengendaranya Mbak – mbak mau lewat dan di depannya ada kucing kecil. Aku tidak begitu memperhatikan Mbak itu tapi aku tahu ada kucing yang mau lewat di depan motornya. Eh kok tahu – tahu kucing itu sudah ada di bawah roda motor si Mbak dan terlindaslah kucing itu. Aduuuuuhhhh…peristiwa itu cepat sekali terjadinya dan sampai beberapa hari aku masih ingat bagaimana kucing kecil itu menggelepar – gelepar di bawah roda motor. Mana si Mbak ikut – ikutan panik pula tuh, begitu dia sadar nabrak kucing, eh dia jadi maju mundur kebingungan musti ngapain sambil teriak, “Aduh, saya nabrak kucing! Aduh, itu kucingnya gimana?” Untung di sana ada bapak – bapak yang cekatan bertindak dengan minta si Mbak mundurin motornya dan ambil si kucing yang sudah setengah hidup itu. Darahnya si meong sudah keluar dari lehernya yang sepertinya hampir putus itu…hiiiii…

Terus yang kedua, ada kucing melahirkan di depan rumah. Unbelievable!!! Pagi – pagi sudah dikasih tontonan horor kayak begituan (eh berlebihan kali ya hehe…). Tapi kaget juga sih, sama sekali tidak disangka – sangka dan bener – bener surprise ^_^ bisa melihat kejadian langka: kucing melahirkan di tempat umum. Dulu aku pernah pelihara kucing dan anjing, kemudian hanya pelihara anjing di rumah sampai sekarang. Kalau anjing melahirkan aku pernah lihat, tapi kalau kucing belum.

Pagi itu aku lagi jalan kaki dari kos ke kantor dan melewati rumah dan warung yang biasa. Tiba – tiba aku melihat ada kucing sedang mengejan mengeluarkan anaknya di halaman rumah itu. Waduh!!! Pertama kali aku tidak percaya dengan apa yang aku lihat, bener gak sih itu kucing lagi melahirkan? Penasaran dengan si kucing, aku berhenti sebentar dan ternyata kucing itu sedang mengejan untuk melahirkan anak keduanya. Dan ada anak pertamanya yang sudah lahir dengan badan masih basah serta ada darahnya. Oh my gosh!! Aku lihat induk kucing itu mukanya kesakitan dan berusaha mengejan sekuat tenaga.

Kejadian itu juga menarik perhatian orang – orang yang lewat pagi itu untuk ke kantor. Entahlah apa yang terjadi kemudian dengan induk kucing dan anak – anaknya karena aku tidak berani melihat lebih lama lagi proses melahirkannya. Mungkin kalau hari itu libur, aku bisa tungguin tuh kucing, penasaran pengen tahu berapa jumlah anaknya hehe…



Ketiga, kucing yang membawa hasil buruan tikus di moncongnya. Kalau yang ini terjadi pada waktu aku lagi pulang kantor malam – malam dan melewati jalan yang sama ada kucing melahirkan. Ya ampun…ada – ada aja yah. Kucing itu membawa tikus kecil di moncongnya dan sedang mencari tempat untuk “menikmatinya” iiiyeeekksss…Untung aku bukan orang yang gampang jijik jadi cuman kaget aja karena agak ngantuk malam itu dan dikasih “pertunjukan” semacam itu. Aku seneng sih bisa lihat kucing itu dengan tikus di moncongnya dan berharap dia bisa menangkap lebih banyak tikus lagi hehe…Kenapa? Karena di sekitar tempat aku kos banyak tikus dan itu tikus astagaaaa…gede – gede!!! Kalau aku punya pistol, sudah aku tembak deh tuh tikus satu per satu. Mana kucing yang berkeliaran sepertinya tidak punya nyali untuk berburu tikus (kecuali si kucing yang bawa tikus ini tentunya ^_^).

Jadi saudara – saudara, mau cari jenis kucing apapun di lingkungan tempat aku sekarang kos ada. Kucing besar, kecil, lagi bunting, warna hitam, yang lucu, yang jelek, komplit lah hahaha…
Maklumlah, rata – rata kucing kampung jadi tidak bisa berharap bisa melihat kucing yang bagus seperti di foto atas. (foto diambil dari internet).

Friday, October 29, 2010

Tomat Bersahabat dengan Cabai

Tomat adalah buah favorit saya. Eh bentar, buah atau sayur ya? Tomat itu buah, saudara-saudara, karena saya sudah menemukan referensinya di Yahoo! Answers ^_^ Memang si tomat ini sering ada di tukang sayur, makanya banyak yang bingung menyebutkan tomat ini sebagai sayur.

Okay, back to laptop, eh salah, back to tomat ^_^ Dalam cuaca yang tidak menentu (baca: ekstrem) seperti ini, kadang tidak mudah menemukan sayur dan buah yang kita inginkan. Kalau ada, mungkin harganya bisa lebih mahal dari pada biasanya. Nah, sudah beberapa minggu ini saya ingin membeli tomat di supermarket/hypermarket sekalian berbelanja yang lainnya tapi tidak ada stock. Kata staf yang di sana, mereka sudah order tapi belum dikirim dan itu bisa jadi karena pengaruh cuaca yang ekstrem akhir-akhir ini. Huuu…kecewa deh, secara saya juga belum beli tomat ke pasar di deket kos atau ke abang sayur yang suka mangkal di taman sana. Dan akhirnya tadi pagi saya sempat mampir ke lapak tempat si ibu yang jadi langganan saya beli tomat. Saya beli 1 kilo tomat, ¾ kg buncis, dan 1 ons cabai. 

Kenapa saya suka tomat? Hmmm…tidak mudah untuk dijawab. Apakah karena tomat itu bermanfaat (sangat bermanfaat) buat kesehatan kita? Atau karena saya sering melihat papa saya ngemil tomat dengan gula kemudian saya jadi ikut-ikutan? Sebenarnya saya tidak suka memakan tomat begitu saja atau dicampur dengan gula seperti yang papa lakukan. Saya suka tomat yang dicampurkan ke dalam mie, sambal, atau dimakan sebagai lalapan bersama lauk yang lain. Kalau jus tomat saya juga suka, the point is that I like tomato a lot! ^_^

Bicara tentang sambal, tentu itu berkaitan dengan cabai dan selera masyarakat Indonesia yang (sangat) akrab dengan rasanya yang pedas dan menggugah selera itu. Beberapa hari yang lalu saya beli pecel lele dan minta sambalnya 2 bungkus. Nah, sambal pecel lele itu menggunakan tomat, juga ada sambal – sambal yang lain (maaf saya hanya tahu sambal terasi dan belum sambal yang lain karena belum pernah membuatnya tapi sering memakannya hehe…). Wah, rasanya enak! Dan saya semakin jatuh cinta dengan tomat tentunya ^_^

Jadi, kenapa tomat bersahabat dengan cabai? Apakah karena mereka bisa membentuk Mr Smile seperti di foto? Hehe…itu hasil keisengan saya siang ini di kantor ^_^ Tapi yang pasti, tomat dan cabai sama – sama bermanfaat buat kesehatan kita asalkan jangan berlebihan ya makannya, nanti perutnya panas kalau kebanyakan cabai. Kalau kebanyakan tomat saya belum pernah tahu efeknya apa. Lagipula, makan buah dan sayur kan perlu dikombinasi dengan yang lain juga supaya memberikan manfaat bagus buat kesehatan kita.

Okay, it’s time to go home now and put my tomato in the refrigerator to keep it fresh until the next day ^_^ Have a great weekend yaaa (karena ini ditulis pada hari Jumat 29 Oktober 2010 hehe…)

Monday, October 18, 2010

Thai Coconut Roll (with natural banana)


From the ancient annals, episode 40, national library edited version, the story stated that…



During the age of King Narai, Portuguese Marie Guemar (Thaw-thong-geeb-mar), wife to Constantine Falcon (Ork-ya-wi-chai-yen), served as Head-Chef in the royal dessert kitchen. Specialized inmaking dessert from eggs known as “foreign dessert”, she taught Siamese to make various kinds of desserts made from egg yolks, including Thong-yib, Thong-yord, Foy-thong, and Thong-muan (Thai Coconut Roll). The word “Thong”, which means gold, carries the message of delicacy, prosperous, and fortune. Soon after, the exotic taste and the unique aroma of egg yolk desserts led to a necessity of propagating the recipes. Over a short period of time, Egg dessert was widely produced by civilians.

Thong-muan is one of the earliest royal desserts which reflect the delicacy and tenderness of Siamese lifestyle. With this knowledge, Srifa has carefully selected the best recipe of Thong-muan, which is rich in nutrition and comes in many new flavors. Certified by GMP and HACCP, Srifa guarantees hygienic production and packaging process.

Srifa’s Thai Coconut Rolls (Thong muan) With Natural Banana are made from finely selected ingredients, flavored with fresh banana and supplemented with black sesame. With the company’s intention to produce quality products, we guarantee the finest Thai Coconut Rolls that are tasty, rich and flavor full.

Those are the narration that put in the box of the Thai Coconut Rolls which I received from my boss this morning as “oleh-oleh” from Thailand (oleh-oleh is something that you receive from family, friends, or colleagues when they return from holiday or something like that). He was taking leave for 10 days with his family in order to spend together while his older’s son school had a holiday.

As it said that they guarantee the tasted are rich and flavor full, yes indeed!! I like it!!! Nyam nyam nyam hehehe… I think Indonesia and Thailand have some similar food, either the main course or the snack. Hmmm…wondering to know more and this time I shall go there for a hooollliiddaaaayyyy!!! Hahahaha…

Tuesday, October 5, 2010

Gedubrak!! Ouch!!!!!! Malunyaaaaaa!!!!

Cuaca di Jakarta akhir-akhir ini memang aneh. Kalau para petani menghafalkan musim hujan itu terjadi pada bulan-bulan yang mengandung kata “ber”; seperti September, Oktober, November, dan Desember. Tapi sejak bulan Juni kemarin hujan sudah mulai turun dan itu tidak terduga datangnya. Kadang pagi sampai siang cuacanya cerah ceria, eh tahu-tahu hujan. Haiiiiyaaaaa….musti selalu sedia payung nieh di tas, karena payung itu akan berguna di segala cuaca ^_^

Dan buat aku, hujan itu membikin jengkel selain membuat basah (apalagi kalau hujan disertai angin kencang, wuih, percuma dah pakai payung juga tetep basah). Belum lagi jalanan jadi lebih licin, khususnya di sekitar taman yang ada di seputaran kantor. Kalau jalan juga musti kayak putri solo karena lantainya basah kena cipratan air dari sepatu atau payung orang-orang. Nah, soal jalan pelan-pelan memang bukan keahlianku dan untuk itu aku sudah kena akibatnya.

Kejadiannya sudah bulan lalu tapi masih kuingat sampai sekarang karena selain bikin sakit badan juga bikin malunya minta ampun dah :D Hari itu pagi-pagi sudah mendung dan mulailah hujan turun menjelang siang hari sekitar jam makan siang. Sudah was-was (jadi bikin males) nih musti bawa payung kantor yang segede itu untuk beli makan siang dengan resiko nabrak payung orang lain yang lebih kecil (horeee payungku lebih gede hehe…). Mencoba menelepon delivery, tapi no telp-nya rusak (mungkin karena terlalu banyak yang telepon minta delivery juga) dan akhirnya hujan sudah reda sekitar jam 13.30 plus perut ini sudah protes minta diisi sehingga aku memutuskan untuk keluar kantor cari makan siang. Berpikir untuk mau beli makan di kantin belakang Starbucks yang harus melewati tegel-tegel putih yang licin. Berhubung sudah lapar, otak sudah tidak mikir lagi musti ganti sandal supaya tidak licin dan tetap memakai sepatu sandal yang putih. Berjalan pelan-pelan sampai ke ujung pintu, membuka pintu yang connecting ke parkiran, dan gedubrak!! Waaaadoooooowwww….. saya kepleset dan jatuh! Hahahahaha! Suaranya keras banget dan berhubung masih jam makan siang, jadilah saya tontonan orang-orang yang ada di situ, ouch!! Maluuuunnyaaaaaaa!!!! Untung aja lantainya sudah tidak basah sekali jadi bajuku masih terselamatkan (karena kalau kena air blusku itu akan gampang sekali basah dan aku tidak pakai blazer pada saat itu). Bapak cleaning service yang di situ membantuku berdiri sambil bilang, hati-hati donk Bu… Ya ampun, Pak, ini juga sudah hati-hati, tapi sepatuku licin nih (dalam hati ngomongnya karena masih kaget, malu, dan lagi konsentrasi berdiri biar tidak kepleset yang kedua kalinya hehe…).

2 atau 3 hari kemudian baru terasa siku sebelah kiri agak nyeri karena mungkin aku pakai untuk nahan berat badan pada waktu jatuh. Thanks God tidak sampai kena kepala ^_^ Well, welcome to rainy season and always be careful with your steps wherever you are ^_^

Setelah dicek, ternyata memang bagian bawah sepatuku sudah licin cin cin...pantesan aja kepleset gampang banget huuuu.... Semoga bisa ditambal dengan sol baru supaya bisa dipakai lagi karena bagian-bagian lainnya masih bagus, cuman bawahnya doang yang perlu di-update. My dear shoes, I hope you will accompany me much longer :)

8 (long) hours at Jogjakarta (chapter 1)

8 (long) hours at Jogjakarta (chapter 1)

Wrong title I guess, it should be 8 (short) hours hehehe… 8 hours seem like a time that needed for a sleep, a good enough sleep as advised by the doctor to adult person. But for me, September 1st 2010 could be the one of unforgettable day in my life because I only spent 8 hours at my own hometown.

It’s something that I didn’t expect at all. That night I was going to withdraw money from my ATM and then suddenly I forgot the pin number. I tried one, failed. Second try, failed again. And then the third chance, sorry, I didn’t make it. How I could totally forget my pin number? Don’t ask, I even don’t know the answer until now. It’s so silly yet unbelievable so that caused me to fly to Jogjakarta only for taking care it.

I was a little bit upset with the bank; why they said that the system is not online so I have to go back to the origin branch of my account to take care of it while perhaps they can do more effort to solve my problem. Well, I didn’t want to argue more with them so better I finish it at the soonest before the Lebaran holiday started. So I booked the ticket right away after some weird discussion with my boss to take a business leave for my issue, and then my journey to have 8 (long) hours at Jogjakarta shall begin at 2am of September 1st 2010.

Yes, I woke up at 2am because worry that I could not catch up the plane and need to avoid the traffic jam during the way to the airport. This is Jakarta, everything can happen, and better I arrive there early and wait for the plane than worry for being late because I’m still trap in the traffic jam. That decision also came after asked advice from 2 friends with considering about the way to get to the airport with the taxi. Never been in a taxi for such early morning and thank God the road was quite and lots of big truck that accompanied my way at the toll road to the airport.

I also thank God for the good taxi driver who drove me that morning, he’s kind of a friendly man so it’s good to be warm welcomed on that morning. One thing that surprised me also on that morning is that the small road to go out from my boarding house to the office was locked by a gate. I never realize that there’s a gate right there since I moved to the new boarding house in the middle of May 2010. Day by day I pass by the road and I never see the gate. Well, finally I found out that there is a gate and they close it every midnight until morning. So that morning the gate was still close and I had to do a little bit acrobatic activity to get pass the gate ^_^

Early morning at airport was quite shocking too. I saw the airport was already crowded with passengers who were ready to check in and fly. Even though there were also passengers who had a little bit exercise in the morning by running through the way to the gate of the plane because they were late. What a moment! No wonder sometimes the plane is late because they have to wait for the other passengers that still on the way. But I enjoyed that morning scenery to keep me awake during the waiting time for my plane *big grin*

to be continued...